SELAMAT DATANG DI BLOG KELAS 12 IPA 1 SMAN 2 KAB.TANGERANG

Rabu, 26 November 2014

SENI RUPA KONTEMPORER INDIA

Nama :
  • Ade Munandar
  • Adit Pratama
  • Ahmad Madadin
  • Aidatul Malha
  • Aldi Apriliana

A. Pengertian Seni Rupa Kontemporer


           Karya seni rupa kontemporer adalah karya seni rupa masa kini. Kontemporer itu artinya kekinian, modern atau lebih tepatnya adalah sesuatu yang sama dengan kondisi waktu yang sama atau saat ini; jadi seni kontemporeradalah seni yang tidak terikat oleh aturan-aturan zaman dulu dan berkembang sesuai zaman sekarang.

B. Seni Rupa Kontemporer India


        Ada berbagai karya seni rupa India yang menonjol dan memberi pengaruh terhadap perkembangan seni rupa Indonesia. Karya seni rupa India yang memberi pengaruh besar itu adalah arsitektur seperti candi dan bangunan lainnya, lukisan dan ukiran atau relief yang bersumber cerita mahabrata. Sejarah India kuno memiliki berbagai macam hasil kebudayaan, antara lain seni lukis, seni patung, seni bangunan (arsitektur), seni kerajinan, seni busana dan masih banyak lagi. Disetiap kebudayaan memiliki perbedaan masing-masing dan juga memiliki pengaruh ke Indonesia.
        Karya-karya seni rupa India terutama lukisan sudah ditemui semenjak zaman prasejarah sekitar 5.500 SM. Perkembangan seni rupa India seiring dengan perkembangan budaya dan masuknya pengaruh agama. Sebagaimana diketahui karya seni di India tidak semata-mata bertujuan keindahan melainkan ditujukan untuk pemujuan dan memperdalam kehidupan kerohanian. Pengaruh agama seperti Budha, Hindu, dan Islam banyak menjadi insipiarsi seniman dalam berkarya.
         Abad 21 sejauh ini menunjukkan perkembangan baik bagi seni India. Jika kita menimbang berbagai debat terbuka yang sering terasa melemahkan dan rangkaian upaya yang secara kritis mematikan sifat dan makna dari kata ‘baik’ itu sendiri, disini kita bisa melihat ada keterlihatan dan keberdayaan seni India dalam satu kelonggaran baru, yang global. Seni India sudah masuk pada yang global. Bisa juga disebut Seni India sekarang menjadi kontemporer dengan terbukanya India sebagai bagian dari dunia seni global, taruh kata dengan banyaknya seniman India yang sekarang menjadi seniman internasional yang sukses. Sukses ini bisa mencakup mereka yang menjual karya dengan nilai uang yang sangat tinggi, atau mereka yang karyanya dikoleksi oleh kolektor dan museum penting. Dapat dikatakan, seni kontemporer India telah menjadi bagian dari proses yang lebih besar yang membangun struktur keseluruhan yang luas, yang diidentifikasi sebagai momen kontemporer di India. Seni kontemporer India harus dikaitkan dengan representasi senimannya pada berbagai biennale, triennale dan festival seni internasional, dan dalam wilayah lokal, dengan diselenggarakannya art fair seperti India Art Summit pada 2008. Antisipasi atas biennale internasional India yang akan diselenggarakan pada 2012 juga harus diperhitungkan. Dengan demikian, seni kontemporer India sekarang ini merupakan jejaring luas dari galeri-galeri, kolektor dan ruang seni yang diinisiasi oleh seniman. Kesukacitaan ini juga semakin ditambah dengan adanya penghargaan-penghargaan untuk seniman kontemporer, didirikannya museum-museum pribadi dan yayasan seni kontemporer serta inisiatif dari pemerintah.



Ø Contoh Seni Rupa India


1. Seni Lukis India


Sumber : http://m14ntz.blogspot.com/2009_02_01_archive.html


       Sejarah dan perkembangan seni lukis India tidak semaju perkembangan seni patung dan arsitekturnya. Data tentang seni lukis India amat terbatas terutama data-data seni lukis masa-masa dinasti yang berkuasa di India. Namun seni lukis India tentulah tetap ada sebagaimana ditemukannya lukisan yang terdapat di gua Ayanta.
        Seni lukis zaman Ayanta ini merupakan seni lukis yang dianggap menemukan tingkat kemajuan yang tinggi waktu itu. Ada dua tahap perkembangan seni lukis masa ini yakni pertama abad 2 AD dan tahap kedua pada abad ke 5 AD di bawah naungan Vakatakas yang memerintah di Deccan.
Karya-karya lukis dibuat dari filosofi yang dalam, yang anggun dan agung. Bila dilihat dari teknik seni lukis moderen maka lukisan sudah sangat maju. Hal ini dapat dilihat sudah adanya pemahaman perspektif yang dapat dilihat pada bagian tiang-tiang.Objek gambaran adalah adegan dari kehidupan Budha dan Jatakas, cerita orang melahiran. Lukisan ini membawa kita ke keindahan besar dengan sangat halus terhadap makna hidup dan berbagai tahapan realita. Pencari kebenaran yang dilukis pada dinding goa Ayanta, merupakan penggambaran kehidupan roh yang meliputi seluruh dunia. Lukisan-lukisan di goa Ayanta menjadi sumber inspirasi lukisan-lukisan Budha di seluruh Asia.


2. Arsitektur 
        Karya arsitektur India sama halnya dengan seni lainnya, ia pun dipengaruhi oleh unsur keagamaan. Beberapa arsitektur India seperti stupa, candi, dan kuil berkaitan dengan agama Budha, Hindu, dan Jaina. Artinya bangunan-bangunan itu selain berfungsi untuk tempat pemujaan juga tempat tinggal bikhsu. Misalnya komplek stupa selain sebagai monumen juga berfungsi tempat pemujaan, di situ ada chaitya dan wihara sebagai tempat pertemuan, tempat pemujaan dan sekaligus tempat tinggal bikhsu.





                                                Gambar : Taj Mahal
Sumber : http://en.wikipedia.org/wiki/Taj_Mahal

       Taj Mahal di kenal sebagai contoh karya arsitektur muslimIndia. Selain itu, Taj Mahal dikenang sebagai lambang cinta abadi Kaisar Shan Jahan untuk istrinya Mumtaz Mahal. Taj Mahal merupakan simbol cinta dan hasarat. Taj Mahal dibangun Kaisar Mogul ke lima itu antara tahun 1631-1648 untuk mengenang, Arjuman Bano Begum, atau lebih dikenal sebagai Mumtaz Mahal. Awalnya, Shan Jahan hanyamenyebut masjid itu hanya sebagai makam Mumtaz Mahal, namun akhirnya berkembang menjadi Taj Mahal. Taj Mahal jika diterjemahkan berarti "Istana Mahkota",sebuah perluasan dari nama Mumtaz Mahal yang berasal dari Persia.


Gambar : Mumtaz Mahal
Nama lengkap  :   Mumtaz Mahal
Tempat Lahir   :   Agra, India
Tanggal            :   6 April 1593
Pasanga            :   Shah Jahan (m. 1612–1631)
Wafat               :    17 Juni 1631, Burhanpur, India

Sumber : http://en.wikipedia.org/wiki/Mumtaz_Mahal

       Mumtaz Mahal meninggal diusia 39 tahun, ketika melahirkan anak ke-14 pada tahun1631. Kematian Sang Permaisuri ini membuat Sang Raja begitu berduka.  Sebelum meninggal, Mumtaz berpesan "ingin dibuatkan makam yang tak pernah disaksikan du al nia sebelumnya untuk mengenangnya".Shah Jahan memerintahkan Ustaz Ahmad membentuk bangunan ini. Ustaz Ahmadmengumpulkan 20,000 orang pekerja yang terdiri daripada tukang batu, tukang emas,dan pengukir yang termasyhur dari seluruh dunia. Arsitek yang paling terampil, tatahan
pengrajin, ahli kaligrafi, pemahat batu dan tukang batu datang dari seluruh India dandaerah yang jauh seperti Persia dan Turki. Master tukang batu itu dari Baghdab, seorangahli dalam membangun kubah ganda dari Persia, dan seorang spesialis tatahan dari Delhi. Dengan bumbung, kubah dan menara yang diperbuat daripada marmar putih, serta senimozek yang indah, Taj Mahal merupakan salah satu daripada Tujuh Benda Ajaib didunia. Sebanyak 43 jenis batu permata, termasuknya berlian, jed, kristal, topaz dannilam telah digunakan. Pembinaan Taj Mahal menelan masa selama 22 tahun. Bahan bangunan didatangkan dari seluruh India dan Asia Tengah dengan menggunakan 1000 gajah. Dan berdirilah kubah utama setinggi 57 meter. 28 batu-batuan indah dari berbagai wilayah Asia digunakan. Seperti batu pasir merahdari Fatehpur Sikri, jasper dari Punjab, jade dan kristal dari Cina, batu pirus dari Tibet, lapis lazuli dan safir dari Srilanka, batubara dan batu kornelian dari Arab, dan berliandari Panna. Lantainya pun terbuat dari pualam yang bercahaya dari Makrana, Rajasthan.Tak seperti makam Mughal lainnya, taman Taj Mahal berada di depan makam. Latarbelakang Taj Mahal adalah langit, sehingga Taj Mahal terlihat begitu gemerlap dengan warna. Komposisi bentuk dan garisnya pun simetris sempurna. Taj Mahal menggabungkan bentuk tradisi seni Persia dan seni Mughal awal. Inspirasi khusus datangnya dari Dinasti Timurid dan bangunan Mughal termasuk Gur-e Amir(makam Timur, pengasas dinasti Mughal, di Samarkand), makam Humayun, MakamItmad-Ud-Daulah (yang disebut sebagai Bayi Taj), dan Masjid Jama.


3. Seni Patung dan Relief India


 

Meskipun ia dikenal memiliki banyak atribut, kepalanya yang berbentuk gajah membuatnya mudah untuk dikenali. Ganesa Mahsyur sebagai "Pengusir Segala Rintangan" dan lebih umum dikenal sebagai "Dewa saat memulai pekerjaan" dan "Dewa Segala rintangan" (Wignesa, Wigneswara), "Pelindung seni dan ilmu pengetahuan", dan"Dewa kecerdasan dan kebijaksanaan". Ia dihormati saat memulai suatu upacara dan dipanggil sebagai pelindung atau pemantau tulisan saat keperluan menulis dalam upacara Beberapa kitab mengandung anekdot mistis yang dihubungkan dengan kelahirannya dan menjelaskan ciri-cirinya yang tertentu. Ganesa diidentikkan dengan mantra Aum dalam agama Hindu.




                                                                   Gambar : Ganesa
Dewa pengetahuan, kecerdasan, kebijaksanaan dan pelindung terhadap segala bencana


Wujud Ganesa didapati dalam kesenian Hindu di Jawa, Bali, dan Kalimantan yang menunjukkan pengaruh regional yang spesifik. Penyebaran budaya Hindu secara perlahan-lahan ke Asia Tenggara telah membuat wujud Ganesa dimodifikasi di Burma, Kamboja, dan Thailand. Di Vietnam agama Hindu dan Buddha dijalankan dengan berdampingan, dan pengaruh timbal balik bisa dilihat dalam penggambaran Ganesa di wilayah itu. Di Thailand, Kamboja dan di Vietnam, Gane saterutama dianggap sebagai penyingkir segala rintangan. Bahkan kini oleh umat Buddhadi Thailand, Ganesa dihormati sebagai penyingkir segala rintangan, atau dewa keberhasilan.Sebelum kedatangan Islam, Afghanistan memiliki ikatan budaya yang erat denganIndia, dan pemujaan terhadap dewa-dewi Hindu maupun Buddha sama-sama dijalankan. Beberapa contoh arca dari abad ke-5 sampai abad ke-7 telah bertahan,mencerminkan bahwa pemujaan Ganesa adalah hal yang populer di wilayah itu.Ganesa muncul dalam agama Buddha Mahayana, tidak hanya dalam wujud dewa Vinayaka dalam agama Buddha, namun juga sebagai wujud raksasa dengan nama yang sama. Citranya muncul dalam arca-arca agama Buddha selama akhir masa kerajaan Gupta.


·         Contoh Seni Patung lainnya




SENI RUPA MODERN JERMAN



Nama Kelompok :
1.     Idah
2.    Ina Bania Septiani
3.    Laras Widiyah Koswara
4.    Mayyuliani Putri Dewi
5.    Misriatun
Kelas : XII.IPA.1

Seni Rupa Modern dan Kontemporer
  1. Seni Rupa Modern
Seni rupa Modern yaitu istilah umum yang digunakan untuk kecenderungan karya seni yang diproduksi sejak akhir abad ke-19 hingga sekitar tahun 1970-an. Seni rupa modern menunjuk kepada suatu pendekatan baru dalam seni dimana tidak lagi mementingkan representasi subjek secara realistik—penemuan fotografi menyebabkan fungsi penggambaran di dalam seni menjadi absolut, para seniman modern bereksperimen mengeksplorasi cara baru dalam melihat sesuatu, dengan ide segar tentang alam, material dan fungsi ini, seringkali bergerak melaju ke arah abstraksi.
            Modernisme adalah aliran atau mazhab estetika pembaruan yang mengiringi perkembangan desain dan seni rupa pada umumnya menjelang abad ke-20. Pada perkembangan akhir modernisme, cenderung mengagungkan fungsi menjadi nafas utama paham ini, terbukti hanya menampilkan bentuk kaku, kering dan mengakui seniman sebagai “Manusia Jenius”.
            Setiap karya seni modern selalu disertakan nama senimannya tersebut. Karya seni modern cenderung mengedepankan kesederhanaan dan bersifat universal. Seorang seniman modern akan melihat dunia yang sedang dihadapinya sebagai objek lukisan seolah-olah seperti baru saja objek itu diciptakan. Satu syarat yang masih dituntut oleh seni modern danbahkan menjadi ciri khasnya ialah “kreativitas”.

2. Seni Rupa Kontemporer
    Karya seni rupa kontemporer adalah karya seni rupa masa kini. Kontemporer itu artinya kekinian, modern atau lebih tepatnya adalah sesuatu yang sama dengan kondisi waktu yang sama atau saat ini; jadi seni kontemporeradalah seni yang tidak terikat oleh aturan-aturan zaman dulu dan berkembang sesuai zaman sekarang.
     Lukisan kontemporer adalah karya yang secara tematik merefleksikansituasi waktu yang sedang dilalui. Misalnya lukisan yang tidak lagi terikat padaRennaissance. Begitu pula dengan tarian, lebih kreatif dan modern. Kata “kontemporer” yang berasal dari kata “co” (bersama) dan “tempo” (waktu). Sehingga menegaskan bahwa seni kontemporer adalah karya yang secara tematik merefleksikan situasi waktu yang sedang dilalui. Atau pendapat yang mengatakan bahwa“seni rupa kontemporer adalah seni yang melawan tradisi modernisme Barat”.
     Ini sebagai pengembangan dari wacana pascamodern (postmodern art) dan pascakolonialisme yang berusaha membangkitkan wacana pemunculan indigenous art(seni pribumi). Atau khasanah seni lokal yang menjadi tempat tinggal (negara) paraseniman. Dalam pengertian lain, menurut kamus umum bahasa Indonesia susunan J.S Badududan Muhammad Zaid, terdapat tiga leksikal tentang kata kontemporer, yaitu pertama“semasa atau sezaman”, kedua “bersamaan waktu”, dan yang ketiga adalah “masa kini atau dewasa ini”. 

3. Seni Rupa Modern Jerman
Sejak tahun 1990-an, seni lukis dan fotografi dari Jerman meraih sukses besar di dunia internasional. Apa yang disebut “keajaiban lukisan baru Jerman” dikenal di luar negeri sebagai “Young German Artists”. Para seniman berasal dari Leipzig, Berlin atau Dresden. Neo Rauch adalah wakil paling tenar dari “Mazhab Leipzig Baru”. Gaya mazhab tersebut ditandai oleh realisme baru yang berkembang – bebas ideologi – dari “Mazhab Leipzig” lama, yang termasuk lingkup seni rupa bekas RDJ. Lukisannya sering memperlihatkan orang-orang pucat yang seolah-olah menunggu sesuatu yang tak tentu. Motif itu dapat ditafsirkan sebagai pantulan keadaan di Jerman pada awal milenium baru. Apa yang disebut “Dresden Pop”, di antaranya Thomas Scheibitz, memetik unsur dari iklan dan dari estetika video dan televisi sambil bermain dengan estetika swakaji mengenai sini dan kini. Kebanyakan seniman generasi menengah menganggap pembahasan kritis mengenai nasionalsosialisme, seperti yang ditemukan dalam kar­ya Hans Haacke, Anselm Kiefer dan Joseph Beuys, sebagai urusan masa lampau. Sebaliknya yang tampak di kalang­an perupa ialah “kebatinan baru” serta penggarapan bidang-bidang pengalaman yang saling berbenturan: Karya-karya Jonathan Meese dan André Butzer mencerminkan depresi dan fenomena-fenomena obsesi; kedua perupa itu dianggap sebagai wakil “realisme neurotik”. Dengan karyanya “Mental Maps”, Franz Ackermann menggambarkan dunia sebagai desa global dan memperlihatkan musibah yang berlangsung di balik layar. Tino Sehgal menghasil­kan karya seni yang eksistensinya terbatas pada waktu “performance”-nya dan yang tidak boleh direkam; ia mencari bentuk produksi dan bentuk komunikasi di luar batas ekonomi pasaran.
            Besarnya perhatian kepada seni rupa di Jerman tercermin pula dalam pameran documentayang diseleng­garakan lima tahun sekali di Kassel sebagai pameran seni rupa aktual yang terkemuka di dunia; documenta 13 akan dibuka pada tanggal 9 Juni 2012. Berbeda dengan seni rupa – yang arti pentingnya digarisbawahi oleh pendirian sejumlah museum swasta baru – seni fotografi harus berjuang lama sampai diakui sebagai bentuk seni yang mandiri. Sebagai pelopor pada tahun 1970-an dikenal Katharina Sieverding dengan rangkaian potret dirinya yang menelusuri batas antara individu dan masyarakat. Terobosan terjadi pada tahun 1990-an dengan sukses yang diraih tiga murid dari Bernd dan Hilla Becher, pasangan suami istri fotografer: Dalam karya foto mereka, Thomas Struth, Andreas Gursky dan Thomas Ruff menimbulkan realitas mengilap yang me­nyembunyikan sesuatu. Pengaruh kelompok ini terhadap corak fotografi internasional begitu besar sehingga mereka dinamakan “Struffsky” saja.
Seni Jerman memiliki tradisi panjang dan terhormat dalam seni visual, dari karya awal dikenal seni figuratif output saat ini seni kontemporer.
          Jerman hanya telah bersatu menjadi satu negara sejak abad ke-19, dan mendefinisikan perbatasan telah menjadi proses sangat sulit dan menyakitkan. Untuk periode sebelumnya seni Jerman sering efektif termasuk yang diproduksi di daerah berbahasa Jerman termasuk Austria, Alsace dan banyak Swiss, serta kota-kota sebagian besar berbahasa Jerman atau daerah di sebelah timur perbatasan Jerman
Seni abad pertengahan Jerman benar-benar dimulai dengan Kekaisaran Frank Charlemagne negara pertama yang memerintah sebagian besar wilayah modern Jerman, serta Perancis dan sebagian besar Italia. Seni Carolingian dibatasi jumlah yang relatif kecil dari benda-benda yang dihasilkan untuk lingkaran di sekitar lapangan dan sejumlah biara Imperial mereka disponsori, tapi memiliki pengaruh besar pada seni abad pertengahan kemudian seluruh Eropa. Jenis yang paling umum dari objek untuk bertahan hidup adalah manuskrip bergambar; lukisan dinding yang jelas umum tetapi, seperti bangunan yang menampung mereka, telah hampir semua lenyap
 The Reichenau gaya menggunakan bentuk sederhana dan berpola untuk membuat gambar ekspresif kuat, jauh dari aspirasi klasik seni Carolingian, dan melihat ke depan untuk Romawi. Kayu Gero Cross 965-970 di Katedral Cologne adalah yang tertua dan terbaik awal abad pertengahan di dekat seukuran angka salib; sejarawan seni telah enggan untuk kredit catatan memberikan tanggal sampai mereka dikonfirmasi oleh dendrochronology pada tahun 1976. Seperti di seluruh Eropa, logam masih bentuk paling bergengsi seni, dalam karya-karya seperti jewelled Salib Lothair, dibuat sekitar 1000, mungkin di Cologne.
Ukiran Romawi dari Maria Laach Abbey.
           
Seni Romawi adalah gerakan seni pertama yang mencakup seluruh Eropa Barat, meskipun dengan varietas regional. Jerman adalah bagian sentral dari gerakan, meskipun arsitektur Romawi Jerman memanfaatkan agak kurang dari patung daripada Perancis
Seperti itu dari Pacher, bengkel Bernt Notke, seorang pelukis dari kota Hanseatic Lübeck, baik dicat altarpieces atau diukir mereka dalam gaya yang semakin rumit dicat dan disepuh digunakan sebagai kerangka kerja atau alternatif untuk panel dicat. Patung kayu Jerman selatan itu penting dalam mengembangkan mata pelajaran baru yang mencerminkan kehidupan ibadah intens emosional didorong oleh gerakan-gerakan pada akhir abad pertengahan Katolik seperti mistisisme Jerman. Ini sering dikenal dalam bahasa Inggris sebagai andachtsbilder (gambar ibadah) dan termasuk Pietà, termenung Kristus, Man of Sorrows, Arma Christi, Tabir Veronica, potongan kepala Yohanes Pembaptis, dan Virgin of Sorrows, banyak yang akan menyebar di seluruh Eropa dan tetap populer sampai Baroque dan, dalam pencitraan keagamaan populer, di luar. Memang "Akhir Gothic Baroque" adalah istilah kadang-kadang digunakan untuk menggambarkan hiper-dihiasi dan emosional seni abad ke-15, di atas semua di Jerman.
Martin Schongauer, yang bekerja di Alsace di bagian terakhir dari abad ke-15, adalah puncak dari akhir lukisan Gothic Jerman, dengan gaya yang canggih dan harmonis

Seni Rupa Mancanegara Jerman-Topeng(mask)


Berikut ini adalah karya seni otentik dari pedesaan rakyat Jerman, yang biasanya digunakan dalam perayaan tradisional atau karnaval. Topeng Ini memiliki nilai seni yang tinggi, dilihat dari kekhasan gaya ukirannya yang terbaik di Eropa.

                                                        Sumber : http://masterseni.web.id


IDENTIFIKASI KARYA SENI RUPA TERAPAN TOPENG JERMAN
Ukuran                 : 9 inch
Bahan                   : Kayu
Teknik                  : Pahat
1.       Kayu yang telah tua digergaji seukuran 9 inch lingkaran.
2.       Kayu dikeringkan dengan cara pengangin-anginan.
3.       Ketika getah kayu telah hilang kayu mulai proses pendesaian bentuk.
4.       Desain fix dilanjutkan dengan pencukilan bagian yang tidak penting bertahap hingga      membentuk topeng yang diinginkan.
5.       Penghalusan tekstur topeng dengan teknik amplas atau gosok dengan kain kasar.
6.       Pewarnaan dengan cat minyak berbasis kayu, pada bagian-bagian.
7.       Finishing karya dengan pernis atau glasir agar Nampak mengkilat dan menjaga warna.


Patung
                               Sumber : Http://id.wikipedia.org/wiki/Bremen




                  Sumber : Http://id.wikipedia.org/wiki/Bremen



Seni pahat patung di masa sebelum perang didominasi oleh berbagai aliran seperti surealisme, kubisme dan ekspresionisme. Tapi pada tahun 30 dan 40-an kekayaan akan nuansa aliran ini di Jerman direpresi oleh aliran realisme-nya rezim NAZI. Perupa penting Jerman seperti Ernst Barlach (1870-1938) dan Ewald Mataré (1887-1965) dikejar-kejar dan dihalang-halangi untuk berkarya karena karya mereka oleh rezim NAZI Dalam berkarya Barlach berkonsentrasi pada penampilan figur-figur manusia, sementara Mataré lebih memilih binatang sebagai unsur penting obyek karyanya. Kesamaan dari kedua perupa patung ini adalah karya-karya mereka tidak didominasi oleh keadaan hektik sehari-hari, tapi terus mencoba mengangkat sesuatu yang konstant, baik dalam alam maupun dalam eksistensi manusia. Penampilan manusia tetap figuratif, sama dengan sosok manusia, patungnya berbentuk bulat dan berat. Dalam akhir masa hidupnya Mataré juga mengangkat topik religius dan merancang pintu dari perunggu untuk portal bagian selatan Katedral Köln dan pintu-pintu gereja perdamaian dunia di Hiroshima.

Di bagian Katolik dari Jerman Selatan tradisi Gothic ukiran kayu terus berkembang sampai akhir abad ke-18, beradaptasi dengan perubahan dalam gaya selama berabad-abad. Veit Stoss (1533), Tilman Riemenschneider (1531) dan Peter Vischer Elder  (1529) adalah sezaman Dürer, dan karir yang panjang mereka ditutupi transisi antara periode Gothic dan Renaissance, meskipun ornamen mereka sering tetap Gothic bahkan setelah komposisi mereka mulai mencerminkan prinsip-prinsip Renaissance.  Dua setengah abad kemudian, Johann Joseph Kristen dan Ignaz Gunther adalah master terkemuka di periode Baroque akhir, baik mati di 1770-an akhir, hampir satu dekade sebelum Revolusi Perancis. Unsur penting dalam pengaruh interior Baroque Jerman adalah pekerjaan Wessobrunner Sekolah, istilah kemudian untuk stuckists dari akhir abad ke-17 dan ke-18. Manifestasi lain dari keterampilan patung Jerman itu dalam porselen; yang modeller paling terkenal adalah Johann Joachim Kaendler pabrik Meissen di Dresden, tapi karya terbaik dari Franz Anton Bustelli untuk Nymphenburg Porcelain pabrik di Munich sering dianggap sebagai pencapaian terbesar dari porselen abad ke-18.